#my second life#

#my second life#

Kamis, 13 September 2012


Cinta adalah air kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan...

Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan...

Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan...

Dengan cinta akan cerah alam kemanusiaan...

Dengan cinta akan bersemi perasaan...

dan dengan cinta akan jernih segala pikiran...

Karena cinta, semua kesalahan akan dimafaafkan...

Karena cinta, semua kelalaian akan diampunkan...

Karena cinta, akan dibesarkan arti kebaikan.

Tidakkah anda melihat rusa betina mendekatkan diri kepada pejantannya?!

Tidakkah tanah yang tandus merindukan curahan hujan?!

Tidakkah anda melihat alam gembira menyambut kedatangan

musim semi?! Itu semua atas nama cinta.......Ya, atas nama cinta!

Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara,

dan sekiranya jalan punya tapal batasnya,Maka lautancinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara

serta jalan cinta tidak terbatas.

Senin, 13 Agustus 2012

Sebab Diamku, Aku Ingin Mencintaimu Karena Allah..:)

Catatanku " Sebab Diamku, Aku Ingin Mencintaimu Karena Allah"

copas : Fsi Al-Kaustar UNJ (13 Agustus 2012 pukul 16:20)
*Bukan Itu yg Kumau*...
- Diamku bukan karena bisu
- Tak melihatmu bukan kumelupakanmu
- Acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu

Sungguh !... Karena kutakut salah niatku padamu..!!!

pesan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
"jangan pernah kau menyalahkan cinta, tapi salahkan mereka yang menyalahgunakan cinta hingga berbuat dosa"
[astaghfirullaahu wa'atuubu ilaih]



Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu...
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu...
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya...



Karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala benar-benar pilihkan untukmu...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu 'anhum ? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah...
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan...
kekuatan harapan, kekuatan impian,, hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata...
dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo'a pada-Nya ?

Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam...
Iyaa... biarkan... karena Allah Ta'alaa masih punya rencana dan 'hadiah' lain untukmu...

Jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala
Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri...
dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu...
Allah Subhanahu Wa ta'ala Tata hatimu...

Sudahkah aku pantas untuk dia ? Benar-benar pantas...???
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta'alaa...
Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita...



Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah...
Titipkanlah pada Allah Ta'alaa...
Sebab hanya Allah Ta'alaa yang Maha Menjaga...
Dikala kau dan dia saling berjauhan...
Dikala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu...
Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur...

Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya...

Jumat, 29 Juni 2012

DAFTAR HIDUPKU..:)

"DAFTAR HIDUPKU"





"hari ini harus lebih baik dari  hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini"
  1.  lulus kuliah 3,5 tahun
  2.  lulus dengan predikat cumlaude
  3.  lanjut kuliah di luar negeri dengan dapat beasiswa dan mengambil 2 jurusan sekaligus yaitu managemen pendidikan dan pyscology
  4. lanjut S3 di universitas al-azhar kairo dan mengambil jurusan tarbiyah islamiyyah
  5. hafal minimal 10 juz, maksimal 30 juz al-qur'an
  6. mengajar di international school atau boarding school. misalnya: Jakarta Islamic Shool (JIS), tashfia boarding school 
  7. punya usaha bimbel
  8. punya usaha boutiqe khusus muslimah
  9. punya sekolah sendiri untuk anak-anak yang kurang mampu
  10. punya perpustakaan + taman bacaan + taman belajar untuk anak-anak yang putus sekolah
  11. punya toko buku sendiri
  12. punya kontrakan minimal 10 pintu
  13. punya suami yang satu profesi
  14. punya suami yang sholeh
  15. punya suami yang cerdas+pinter
  16. punya suami yang suka bekerja keras dan ga gampang ngeluh
  17. punya suami yang ada jenggotnya (sunnah rosul)
  18. punya 4 orang anak (pengennya sihh 2 cewe 'n 2 cowo)
  19. nikah sekali untuk seumur hidup
  20. bisa menjadi istri yang sholehah
  21. bisa menjadi ibu teladan buat anak-anak saya kelak
  22. jadi istri satu-satunya buat suamiku dan jadi ibu satu-satunya buat anak-anakku
  23. pengen jadi penulis yang bukunya best seller
  24. pergi haji bareng keluarga besar (keluargaku, keluarga suamiku, keluarga kecilku)
  25. punya istana untuk keluarga kecilku..ga mesti besar, cukup ada taman bunga di belakang rumahnya dan ada musholah di dalam rumahnya
  26. punya mobil, minimal honda yaris warna putih lah..
  27. pengen keliling Asia
  28. pengen keliling Eropa
  29. pengen ke Lombok
  30. pengen ke Bromo
  31. pengen jadi pianis
  32. pengen belajar main biola
  33. pengen fasih berbahasa inggris
  34. pengen fasih berbahasa arab
  35. ....
  36. ....

Minggu, 17 Juni 2012

RENUNGAN

Ngakunya Kamu Aktifis ??
Baca dulu renungan ini...!! 
(copas dari FSI Al-Kaustar UNJ, tanggal 18 juni 2012)

"DIMANA RUMAHMU NAK..? "

Orang bilang anakku seorang aktifis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu. 



Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukkanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak, tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia...

Anakku, kita memang berada disatu atap nak, di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak ? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu . Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak, tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku...

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu. Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?



Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan . Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak ? bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak ?



Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat disana sini, ada jadwal mengkaji, ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya, disana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak, andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku...

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, dimana profesionalitasmu untuk ibu ? dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?

Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu...



Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kakaK dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Dan hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.
Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai...

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus, untuk mereka sang penopang semangat juang ini . Saksikanlah, bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan. Karena tanpa ridhamu, Mustahil kuperoleh ridhaNya....




WANITA


#Hakekat Wanita#


Penjelasan tentang hakikat wanita dalam Al Qur’an dan As Sunnah amatlah lengkap, memuaskan, sesuai dengan akal, fitrah manusia, dan realita atau kondisi masa kini. Sehingga tidak boleh menafsirkannya dengan tafsiran yang “dipaksakan”, tafsiran yang berdasar hawa nafsu maupun yang berkedok alasan tuntutan peradaban dan zaman.

Kedudukan Laki-Laki dan Perempuan

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai kaum wanita,

(الرجال شقائق النساء )

“Wanita adalah bagian dari pria.”(HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits inishahih).

Allah menciptakan Adam, dan Allah menciptakan pula baginya pasangan untuk menentramkannya, dan menjadikan bagi keduanya mawaddah dan rahmah. Sehingga keduanya pada asalnya sama, namun berbeda dalam beberapa sifat. Allah Ta’ala berfirman :

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

”Dan laki-laki tidaklah sama seperti perempuan”
(QS. Ali Imran: 36).

Ayat ini menjelaskan adanya perbedaan, baik secara parsial maupun universal, antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan ini tidak bisa lagi dipungkiri, oleh karena itu definisi adil dalam masalah laki-laki dan perempuan adalah, memperlakukan keduanya secara berbeda dalam masalah hukum, dan membagi tugas dan kewajiban antara masing-masing pihak. Lawannya yaitu zhalim, ialah menyamakan antara laki-laki dan perempuan, secara mutlak. Akan tetapi dalam beberapa hal, Allah menyamakan antara keduanya, Dia berfirman :

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ

وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.”(An-Nisa’: 124)

Allah menyamakan bagi keduanya dalam masalah amal, begitu pula dalam masalah pahala, dan inilah yang disebut keadilan itu.

(ضلع من خلقن فإنهن بالنساء استوصوا )

“Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok”(Muttafaq ‘alaih). Inilah khabar Nabawi yang pasti benarnya, menunjukkan adanya “struktur alami yang bengkok”. Maka itulah laki-laki perlu lebih memperhatikan wanita, bukan malah memanfaatkan celah tersebut untuk melecehkan dan menghinakannya.

Kelemahan Kaum Wanita

Diantara kelemahan yang dimiliki oleh wanita ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits,(عقل ناقصات )“Wanita itu kurang akalnya”. Ini merupakan khabar Nabawi yang ditafsirkan melalui sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam di hadits yang lain,

(رجل شهادة تعدل امرأتين شهادة )

“Persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian satu laki-laki”(HR Muslim).

Hadits ini merupakan isyarat bahwa laki-laki lebih kuat ingatannya, lebih sedikit terpengaruh oleh perasaan, dan tidak mudah menuduh dan bimbang (lebih tegas).

Sementara dalam hadits, (دين ناقصات ) “Wanita itu kurang agamanya”, merupakan khabar Nabawi yang pasti pula benarnya, dan ditafsirkan lewat sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa?”(Muttafaqun ‘alaih). Maka ini adalah kekurangan secara kodrati, yang wanita tidaklah disalahkan karenanya, dan juga agamanya tidak berkurang karenanya (tidak berdosa -pent).

Penjelasan Mengenai Pengutamaan Kaum Laki-Laki Dibanding Perempuan

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا

مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisaa: 34).

Ayat ini merupakan tasyrif (pemuliaan, yaitu dalam soal kepemimpinan kaum lelaki) sekaligus di dalamnya terdapat taklif (pembebanan, yaitu dalam soal kewajiban menafkahi) bagi kaum laki-laki. Keduanya (antara tasyrif dan taklif -pent) tidak bisa dipisahkan.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka secara baik” (QS. An Nisa’: 19)

لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik”(QS. Al Baqarah: 233)

Pada akhirnya, pengutamaan laki-laki bertambah dengan adanya kewajiban, tanggung jawab, dan keharusan memberi nafkah bagi perempuan.

Inilah Hakikat Wanita Shalihah

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ

“Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian)”(QS. An-Nisa’: 34). Inilah sifat wanita mu’minah yang diridhai dengan adanya tugas mulia dari Ar Rahman, berbeda halnya dengan apa yang dihembuskan oleh da’i-da’i penebar kerusakan di muka bumi, yang menyerukan emansipasi wanita!

***
muslimah.or.id
Penyusun Youga Ariesta
(diambil dari kumpulan twit Syaikh Dr. Ahmad Al Qadhi @DrAlqadi, anggota Lembaga Studi Jurusan Aqidah Universitas Al Qashim, pengajar mata kuliah “Aqidah dan Kehidupan”, pengampu web http://www.al-aqidah.com/ )

" DOA UNTUK KEKASIHKU"
Ya Allah, seandainya telah engkau catatkan..
dia untukku dan tercipta untukku..
maka satukanlah hatinya dan hatiku..
titipkanlah kebahagian antara kami agar kemesraan itu abadi..

Ya Allah, Yang Maha Mengasihi
seiringkanlah kami melayari hidup ini..
ketepian yang sejahtera dan abadi..

Tetapi Ya Allah,seandainya telah Engkau catatkan
dia bukan milikku...
bawalah ia jauh dari pandanganku..
luputkan ia dari ingatanku..
peliharalah aku dari kekecewaan...

Ya Allah Yang Maha Mengerti
berilah aku kekuatan..
melontar bayangannya jauh ke dada langit..
hilang bersama senja nan merah..
agar aku bisa bahagia tanpa bersamanya

Ya Allah Yang Tercinta..
gantilah yang telah hilang..
tumbuhkan kembali yang telah patah..
walaupun tidak bersama dengan dirinya...

Ya Allah Yang Maha Penyayang
pasrahkanlah aku dengan takdirmu...
sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan..
adalah yang terbaik untukku..

Ya Allah..
cukup Engkau saja yang menjadi pemeliharaku..
di antara dunia dan akhirat..
dengarlah rintihan hamba-Mu yang dhoif ini..
jangan Engkau biarkan aku dalam kesendirian ini..

Ya Allah...satu pintaku..
karuniakanlah aku seseorang yang beriman..
seseorang yang kelak akan memjadi imam bagiku..
dan bagi anak-anakku...
yang akan membawa kami ke Syurga abadi-Mu...